Apa Itu Word of Mouth Marketing dan Pentingnya Bagi Bisnis
Pernahkah Anda membeli produk karena direkomendasikan teman, mencoba restoran karena melihat ulasan pelanggan, atau menghubungi sebuah jasa karena namanya beberapa kali muncul dalam percakapan komunitas? Itulah bentuk sederhana dari word of mouth atau WOM. Di tengah kompetisi iklan digital yang semakin padat, rekomendasi dari orang lain tetap memiliki kekuatan besar. Alasannya sederhana: orang cenderung lebih percaya pada pengalaman nyata dibanding pesan promosi yang datang langsung dari brand. Iklan dapat membuat audiens mengenal produk. Namun, rekomendasi dari pelanggan, teman, kolega, atau komunitas sering kali membantu mereka merasa lebih yakin untuk mencoba. Nielsen melaporkan bahwa 88% responden global lebih mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal dibanding channel komunikasi lainnya. Data ini memperlihatkan bahwa word of mouth bukan sekadar “bonus” dari pelanggan yang puas, melainkan aset penting untuk membangun kepercayaan dan pertumbuhan bisnis. Namun, word of mouth tidak muncul hanya karena bisnis meminta pelanggan untuk membagikan produk. Rekomendasi yang kuat biasanya lahir dari pengalaman yang layak diceritakan, layanan yang konsisten, bukti sosial yang autentik, serta alasan yang jelas bagi pelanggan untuk membagikannya. Apa Itu Word of Mouth dalam Marketing? Word of mouth dalam marketing adalah komunikasi atau rekomendasi tentang brand, produk, maupun layanan yang disampaikan seseorang kepada orang lain berdasarkan pengalaman, opini, atau persepsinya. Word of mouth dapat terjadi secara spontan. Misalnya, pelanggan bercerita kepada temannya bahwa sebuah klinik memiliki pelayanan yang nyaman. Namun, WOM juga dapat diperkuat melalui strategi marketing, seperti program referral, pengelolaan review, komunitas pelanggan, konten buatan pengguna, atau pengalaman layanan yang lebih baik. Secara umum, WOM dapat berbentuk: Dalam dunia digital, bentuk ini sering disebut sebagai electronic word of mouth atau e-WOM. Bedanya, e-WOM dapat menyebar lebih luas dan bertahan lebih lama karena dapat ditemukan melalui pencarian, media sosial, marketplace, maupun halaman review. Mengapa Word of Mouth Penting untuk Marketing? Word of mouth penting karena membantu bisnis mendapatkan sesuatu yang sulit dibangun hanya melalui iklan: kepercayaan awal. Ketika seseorang melihat iklan, mereka memahami bahwa brand sedang mencoba menjual produk. Sebaliknya, ketika seseorang mendengar pengalaman dari pelanggan lain, pesan tersebut sering terasa lebih personal dan lebih relevan. Edelman dalam laporan Brand Trust 2025 menyebut trust sebagai pertimbangan pembelian yang setara pentingnya dengan kualitas dan harga. Riset tersebut melibatkan 15.000 responden di 15 negara, sehingga memperlihatkan bahwa kepercayaan semakin menjadi faktor strategis dalam hubungan antara pelanggan dan brand. Selain itu, sebuah studi terhadap sekitar 10.000 pelanggan bank di Jerman selama hampir tiga tahun menemukan bahwa pelanggan yang diperoleh melalui referral memiliki nilai rata-rata setidaknya 16% lebih tinggi dibanding pelanggan non-referral dengan karakteristik serupa. Mereka juga memiliki retention yang lebih baik. Namun, hasil tersebut berasal dari konteks industri perbankan, sehingga tidak boleh dianggap sebagai jaminan angka yang sama untuk semua bisnis. Dari sudut pandang bisnis, WOM dapat membantu: Namun, perlu diingat bahwa WOM dapat bergerak ke dua arah. Pengalaman positif bisa menyebar. Sebaliknya, pengalaman buruk juga dapat menyebar dengan cepat, terutama ketika pelanggan merasa keluhannya tidak ditangani dengan baik. Perbedaan Word of Mouth, Referral, Affiliate, dan Influencer Marketing Keempat istilah ini sering digunakan bergantian. Padahal, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Strategi Fokus Utama Pelaku Utama Bentuk Imbalan Word of Mouth Rekomendasi berbasis pengalaman Pelanggan, komunitas, rekan kerja Bisa tanpa insentif Referral Program Mengajak pelanggan membawa pelanggan baru Pelanggan aktif Voucher, poin, saldo, diskon Affiliate Marketing Promosi berbasis performa Publisher, KOL, creator, partner Komisi transaksi Influencer Marketing Memanfaatkan jangkauan dan pengaruh creator Influencer atau KOL Fee, produk, komisi Word of mouth yang paling kuat biasanya bersifat organik. Pelanggan merekomendasikan brand karena memang merasa terbantu, puas, atau bangga menggunakan produk tersebut. Sementara itu, referral program adalah cara untuk membuat rekomendasi lebih terstruktur. Brand dapat memberi kode, link, atau benefit kepada pelanggan yang berhasil mengajak orang lain melakukan pembelian. Strategi Word of Mouth dalam Marketing yang Efektif Word of mouth tidak bisa dipaksa. Namun, bisnis dapat menciptakan kondisi yang membuat pelanggan lebih mudah dan lebih ingin membagikan pengalamannya. 1. Mulai dari Produk dan Layanan yang Layak Dibicarakan Tidak ada strategi WOM yang bisa menggantikan produk yang tidak memenuhi ekspektasi. Pelanggan biasanya mau bercerita ketika mereka mendapatkan pengalaman yang melebihi harapan, menemukan solusi yang benar-benar membantu, atau merasa diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu, sebelum fokus meminta review atau referral, pastikan fondasinya sudah kuat. Beberapa pertanyaan yang bisa digunakan untuk audit: Jika jawabannya masih belum kuat, perbaiki pengalaman pelanggan terlebih dahulu. Sebab, WOM yang sehat dimulai dari value yang nyata. 2. Temukan “Momen yang Layak Diceritakan” Pelanggan tidak selalu menceritakan pengalaman biasa. Mereka lebih terdorong bercerita ketika mengalami sesuatu yang spesifik, mengejutkan, sangat membantu, atau terasa personal. Contohnya: Dalam riset tentang konten yang banyak dibagikan, Jonah Berger dan Katherine Milkman menemukan bahwa emosi dengan tingkat arousal tinggi, seperti rasa kagum, antusiasme, marah, atau cemas, cenderung meningkatkan kemungkinan sebuah konten dibagikan. Temuan ini tidak berarti brand harus memancing emosi secara berlebihan. Sebaliknya, bisnis dapat membuat pengalaman dan konten yang cukup bermakna sehingga pelanggan merasa ingin membagikannya. 3. Perjelas Nilai yang Mudah Direkomendasikan Pelanggan akan lebih mudah merekomendasikan brand ketika mereka memahami secara jelas “brand ini cocok untuk siapa” dan “masalah apa yang bisa diselesaikan”. Sebagai contoh, kalimat berikut lebih mudah diingat: “Agency ini membantu bisnis yang sudah beriklan tetapi leads-nya belum berkualitas.” Dibandingkan dengan: “Agency ini menyediakan berbagai layanan digital marketing.” Semakin spesifik positioning brand, semakin mudah pelanggan menjelaskannya kepada orang lain. Karena itu, jangan hanya bicara tentang daftar layanan. Jelaskan perubahan atau hasil yang ingin dibantu oleh bisnis Anda. 4. Gunakan Bukti Sosial yang Autentik Testimoni, review, dan studi kasus dapat memperkuat WOM karena calon pelanggan dapat melihat pengalaman orang lain sebelum mengambil keputusan. Namun, bukti sosial harus autentik. Jangan membeli review palsu, membuat testimoni fiktif, atau hanya menampilkan ulasan yang terlalu sempurna tanpa konteks. FTC di Amerika Serikat secara khusus melarang praktik review dan testimoni palsu. Selain itu, panduan endorsement mereka menekankan pentingnya transparansi apabila terdapat hubungan insentif antara brand dan pemberi ulasan. Walaupun ini merupakan aturan dari regulator Amerika Serikat, prinsip transparansi tersebut tetap relevan sebagai praktik terbaik bagi brand di mana pun. Agar bukti sosial lebih meyakinkan, tampilkan konteks seperti: 5. Permudah Pelanggan untuk Membagikan Pengalaman Pelanggan yang puas belum tentu … Read more